Kesalahan Umum Saat Menyiapkan TOEFL dan TOEIC yang Perlu Dihindari

Banyak orang merasa sudah belajar bahasa Inggris cukup lama, tetapi hasil yang didapatkan saat mengikuti TOEFL atau TOEIC sering kali tidak sesuai harapan. Hal ini bukan selalu karena kurangnya kemampuan, melainkan karena kesalahan dalam strategi persiapan. Tanpa perencanaan yang tepat, proses belajar bisa menjadi tidak efektif dan membuang banyak waktu.

Di tahun 2026, kebutuhan akan sertifikat kemampuan bahasa Inggris diprediksi akan semakin meningkat. Oleh karena itu, memahami kesalahan umum dalam persiapan TOEFL dan TOEIC menjadi langkah penting agar Anda tidak mengulang kesalahan yang sama.

Belajar Tanpa Mengetahui Level Kemampuan

Kesalahan paling sering adalah belajar tanpa mengetahui kemampuan awal. Banyak peserta langsung fokus menghafal grammar atau memperbanyak kosakata tanpa mengetahui aspek mana yang sebenarnya paling lemah. Padahal, setiap orang memiliki tantangan yang berbeda, ada yang lemah di listening, ada juga yang kesulitan memahami bacaan panjang.

Dengan mengikuti TOEFL ITP atau TOEIC, peserta dapat memperoleh gambaran objektif mengenai kemampuan bahasa Inggris mereka. Dari hasil tersebut, proses belajar dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, sehingga lebih terarah dan efisien.

Salah Memilih Jenis Test

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah tidak memahami perbedaan antara TOEFL ITP dan TOEIC. TOEFL ITP dirancang untuk konteks akademik, sehingga cocok bagi mahasiswa atau calon penerima beasiswa. Sementara TOEIC lebih relevan untuk kebutuhan profesional dan dunia kerja.

Memilih jenis test yang tidak sesuai tujuan dapat menyebabkan hasil yang kurang optimal dan tidak relevan dengan kebutuhan administratif. Oleh karena itu, penting untuk memahami sejak awal tujuan Anda mengikuti test bahasa Inggris.

Terlalu Fokus pada Nilai, Bukan Kemampuan

Nilai memang penting, tetapi terlalu terobsesi dengan angka sering membuat peserta melupakan tujuan utama, yaitu meningkatkan kemampuan bahasa Inggris secara nyata. Skor seharusnya dijadikan alat evaluasi, bukan tujuan akhir.

Dengan hasil TOEFL ITP atau TOEIC, peserta dapat mengetahui area yang perlu ditingkatkan dan menjadikannya dasar untuk pengembangan kemampuan bahasa Inggris jangka panjang, baik untuk studi maupun karier.

Mengabaikan Latihan Listening

Banyak peserta menganggap listening sebagai bagian yang paling sulit dan cenderung menghindarinya. Padahal, listening memiliki porsi besar dalam TOEFL ITP dan TOEIC. Kurangnya paparan terhadap bahasa Inggris lisan membuat peserta kesulitan memahami aksen dan kecepatan berbicara penutur asli.

Latihan listening yang konsisten dan terukur akan membantu meningkatkan pemahaman secara signifikan.

Program TOEFL ITP dan TOEIC di LTC Jabar

Sebagai langkah awal yang tepat, LTC Jabar menyediakan TOEFL ITP Test dan TOEIC Test secara online. Program ini dirancang untuk membantu peserta mengukur kemampuan bahasa Inggris mereka secara sistematis dan profesional.

Hasil test dapat menjadi dasar yang kuat untuk menyusun rencana belajar yang lebih efektif dan sesuai kebutuhan. Program ini cocok untuk mahasiswa, pencari kerja, hingga profesional yang ingin meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Untuk informasi lengkap mengenai jadwal dan pendaftaran, silakan hubungi:
WhatsApp +62 899-3939-008 (Info LTC Jabar)

Disclaimer :
Konten ini disusun sebagai artikel edukatif untuk membantu pembaca memahami strategi persiapan bahasa Inggris yang efektif. Informasi yang disajikan bersifat umum dan bertujuan memberikan wawasan yang bermanfaat bagi pengembangan kemampuan bahasa Inggris.

Share this :
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp